Jayapura, 11 Desember 2018 - Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Pemerintah Indonesia, melalui Pemerintah Kabupaten Jayapura, pada hari Selasa meluncurkan proyek untuk mengatasi kekerasan berbasis gender di Provinsi Papua.

Proyek perencanaan dan penganggaran untuk mengatasi kekerasan berbasis gender di Papua adalah inisiatif multi-tahun yang berjalan dari 2018 - 2020. Tujuannya adalah untuk mengatasi kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan di provinsi Papua. Di antara hasil yang diharapkan adalah rencana aksi untuk mengakhiri kekerasan dan diskriminasi di sana.

“Kesetaraan gender adalah masalah hak asasi manusia dan kekerasan berbasis gender adalah salah satu pelanggaran hak asasi manusia yang paling umum. UNDP mendukung pemerintah Papua dalam memperjuangkan pencegahan kekerasan gender sebagai salah satu agenda prioritas dalam perencanaan dan penganggaran tingkat kabupaten dan provinsi. Kami juga akan mendukung masyarakat dan pemerintah daerah menyusun rencana aksi untuk menghapuskan kekerasan berbasis gender, ”kata Siprianus Bate Soro, Kepala Unit Tata Kelola Pemerintahan Demokratis dan Pengentasan Kemiskinan UNDP Indonesia.

Peluncuran proyek ini bertepatan dengan berakhirnya #16daysofActivism, sebuah kampanye internasional yang bertujuan untuk menggalang aksi untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. Proyek ini adalah bagian dari inisiatif global UNDP yaitu Proyek untuk Mengakhiri Kekerasan Berbasis Gender dan Pencapaian SDGs yang sudah ada di negara lain seperti Bhutan, Lebanon dan Peru.

Survei UNDP tentang kekerasan terhadap perempuan di Papua menunjukkan bahwa 38% perempuan yang pernah memiliki pasangan pernah mengalami setidaknya satu dari empat jenis kekerasan dalam hidupnya[1]. 16% telah mengalami salah satu kekerasan ini tahun lalu.

Pada akhir proyek ini, berbagai temuan akan disampaikan kepada pemerintah provinsi dan pusat untuk mengintegrasikan kebijakan pencegahan kekerasan berbasis gender dalam rencana pembangunan jangka menengah 2020-2025 dan APBD.

Di Indonesia, mitra utama Proyek ini. Juga meliputi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang bertanggung jawab untuk mendorong rencana pembangunan dan prioritas provinsi.

Kontak Media
Communication Specialist UNDP Indonesia, Tomi Soetjipto, Suryo.tomi@undp.org

[1] http://www.id.undp.org/content/indonesia/en/home/presscenter/articles/2016/10/06/undp-collaborates-on-first-global-standard-compliant-study-on-gender-based-violence-in-papua.html

UNDP Di seluruh dunia

Anda berada di UNDP Indonesia 
Pergi ke UNDP Global