Inovasi Model Pembiayaan untuk Memberikan Akses Listrik dan Pengentasan Kemiskinan di Daerah Tertinggal di Indonesia

IMG_2838

 

Kerjasama antara UNDP, EBTKE-ESDM dengan dukungan BAZNAS melalui dana zakat dan dan Bank Jambi dengan dana CSR untuk Pemenuhan Akses Listrik dan Pengentasan Kemiskinan di Provinsi Jambi

 

Jambi, 5 September 2018— Empat desa terpencil di Jambi akhirnya akan mendapat akses listrik sebagai hasil kolaborasi yang melibatkan skema pembiayaan baru.  Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) bersama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pemerintah Provinsi Jambi membangun dan merevitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Kegiatan ini dimungkinkan berkat dukungan keuangan dari Badan Zakat Nasional (BAZNAS) dan Bank Jambi, dan bantuan teknis dari UNDP.

Melalui model pembiayaan inovatif, UNDP bersama dengan EBTKE-ESDM didukung dana zakat dari BAZNAS sebesar 350.000 Dolar AS (sekitar Rp. 4,8 milyar) dan dana CSR dari Bank Jambi sebesar 281.357 Dolar AS (sekitar Rp 3,76 miliar). Dana ini dimanfaatkan untuk membangun baru 1 PLTMH dan merevitalisasi tiga unit PLTMH yang memberikan akses listrik ke empat desa di Provinsi Jambi.

Infrastruktur tersebut memberikan akses listrik pada 4.448 orang dari 803 rumah tangga di empat desa tersebut. Data dari Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa rasio elektrifikasi di Jambi adalah 91,40% masih berada di bawah rasio nasional 95,35% (hingga Desember 2017). Dengan akses listrik, desa-desa tersebut akan meningkatkan potensi mereka untuk pembangunan ekonomi, dan meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat.

“Pemerintah menyambut baik inisiatif bersama yang berdasarkan pembiayaan inovatif ini, dan sangat mendukung program pembangkit listrik tenaga mikrohidro sebagai salah satu Energi Baru dan Terbarukan. Pembangunan dan revitalisasi pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Jambi juga sejalan dengan tujuan EBTKE-ESDM untuk mewujudkan 'Energi Berkelanjutan',”kata Bapak Noor Arifin Muhammad, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur, Direktorat Jenderal EBTKE-ESDM.

"Ini adalah pertama kalinya dana Zakat digunakan untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia, dan kemungkinan besar di seluruh dunia. Sebelum dimulainya proyek 6 bulan ini, persiapan intensif dilakukan dalam 7 bulan. Kami membuat penilaian menyeluruh terhadap profil desa-desa, untuk memastikan bahwa dana zakat mencapai orang-orang yang paling membutuhkan bantuan tersebut. Kami juga memastikan bahwa pemangku kepentingan dan masyarakat setempat dikonsultasikan untuk mengidentifikasi kebutuhan mereka di lapangan dan memberikan solusi yang mereka butuhkan." kata Dr. Bambang Sudibyo, Ketua BAZNAS.

 “Inisiatif pembangkit listrik tenaga air mikro Jambi berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam meningkatkan akses ke energi bersih dan terjangkau (SDG 7) untuk mendukung pengentasan kemiskinan (SDG 1) dan meningkatkan akses ke pendidikan (SDG 4). Selain menyediakan listrik, proyek ini memiliki dampak jangka panjang terhadap pemerataan pembangunan, ”kata Bambang Brojonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas.

"Kita hidup di era Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro sangat penting karena listrik yang akan masuk ke desa untuk pertama kalinya akan memberi harapan dan kesempatan bagi warga. Sebelumnya, tidak ada penerangan yang memadai untuk proses persalinan, anak-anak belajar dan beribadah dengan cahaya lilin, dan tanpa listrik tidak ada peluang untuk berwirausaha, membatasi pilihan mata pencaharian masyarakat. Ini juga merupakan bentuk baru kemitraan antara pemerintah, organisasi berbasis agama, sektor swasta dan organisasi pembangunan untuk tujuan bersama - yang jelas berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, membuka jalur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk pembangunan dan mata pencaharian, dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Di era pembangunan berkelanjutan, ini adalah kemitraan yang harus dilakukan untuk memastikan tidak seorangpun tertinggal dan manfaat pembangunan mencapai setiap anggota masyarakat,"tutup Sophie Kemkhadze, Wakil Direktur UNDP Indonesia.

 

***

UNDP Di seluruh dunia

Anda berada di UNDP Indonesia 
Pergi ke UNDP Global