Peluncuran Laporan tentang Kewirausahaan Perempuan dan Akses ke Lembaga Keuangan

2017 Nov 17


JAKARTA - Hari ini Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) akan meluncurkan laporan terbarunya yang didanai Kanada berjudul: Women’s Entrepreneurship and Access to Finance: Challenges and Opportunities of Women-led Social Enterprises in Indonesia (Kewirausahaan Perempuan dan Akses ke Lembaga Keuangan: Tantangan dan Peluang Usaha Sosial yang dipimpin Perempuan di Indonesia). Asisten Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Regional UNDP untuk Asia-Pasifik, Haoliang Xu, bersama Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Y.M. Peter MacArthur, akan meluncurkan laporan baru ini di Hotel Borobudur, bersamaan dengan penyelenggaraan Konferensi tentang Keuangan Inovatif untuk Pembangunan.

Laporan ini memaparkan pandangan mengenai keadaan kewirausahaan sosial yang dipimpin perempuan di Indonesia di sektor pertanian, perikanan, kehutanan dan teknologi serta menyoroti tantangan-tantangan spesifik yang mereka hadapi dalam mengembangkan bisnis dan dalam mengakses lembaga keuangan. Laporan tersebut menunjukkan bahwa bagi mereka yang berorientasi pada pertumbuhan dan bercita-cita untuk memperluas operasinya, mereka menghadapi jurang karena mereka terlalu kecil untuk mengakses perbankan komersial namun terlalu besar untuk lembaga keuangan mikro.

“Kanada dengan senang hati mendukung penelitian mengenai kewirausahaan sosial perempuan dan akses terhadap lembaga keuangan di Indonesia ini. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan merupakan jantung dari upaya bantuan internasional Kanada dan kami senang dapat bermitra dengan UNDP dalam menangani isu-isu ini. Kami percaya bahwa pendekatan feminis terhadap pembangunan - yang menargetkan kesenjangan dan hambatan terhadap akses dan kendali perempuan dan anak perempuan terhadap sumber daya - adalah pendekatan terbaik untuk mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan serta mencapai pertumbuhan ekonomi dan perdagangan progresif yang berkelanjutan,” tegas Duta Besar MacArthur.

“Meskipun banyak kisah sukses yang menggembirakan, namun banyak perusahaan yang dipimpin oleh perempuan menghadapi tantangan yang menakutkan, termasuk terbatasnya akses ke pinjaman dan diskriminasi. Hambatan yang ada sekarang telah membatasi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan kontribusi keseluruhan yang dapat perempuan berikan untuk pembangunan,” kata Country Director UNDP Christophe Bahuet. “Membuka potensi pengusaha perempuan akan menjadi langkah menentukan dalam menuju Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Kami mendorong semua institusi publik dan perusahaan swasta untuk mempertimbangkan temuan dan rekomendasi dalam laporan ini dan mengambil tindakan untuk memecahkan hambatan tersebut demi pertumbuhan kewirausahaan perempuan.”

Laporan ini bertujuan untuk membantu pembuat kebijakan menciptakan lingkungan yang mendukung yang merespons tantangan spesifik yang dihadapi wirausahawan perempuan di Indonesia, sekaligus mendorong solusi pembiayaan yang ditargetkan bagi para wirausahawan. Laporan ini juga mendorong penyedia modal untuk merancang produk dan layanan baru dalam memenuhi kebutuhan kewirausahaan sosial yang dipimpin perempuan dan mendukung pertumbuhan mereka. Salah satu contoh inisiatif ini adalah penyedia dana daring Connector.Id yang menghubungkan pengusaha dengan calon investor dan diluncurkan di saat yang sama dengan Konferensi tentang Keuangan Inovatif untuk Pembangunan.

Contact information


Andri Suryo
Head of Communications Unit UNDP
andri.suryo@undp.org

 

UNDP Di seluruh dunia

Anda berada di UNDP Indonesia 
Pergi ke UNDP Global