Sekitar 500 anak sekolah di Indonesia mengikuti simulasi tsunami di Bali

2017 Agu 15


BALI, Indonesia
– Lebih dari 500 anak sekolah dasar di Pulau Bali pada hari Selasa mengikuti pelatihan tsunami besar-besaran yang dilakukan oleh Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) dengan dukungan keuangan dari Pemerintah Jepang.

 

INS-ThePeopleofJapan

Simulasi berlangsung di Tanjung Benoa, di bagian selatan Pulau Bali. Simulasi merupakan bagian dari proyek  “Kemitraan untuk Memperkuat Kesiapan Sekolah Menghadapi Tsunami di Daerah Asia Pasifik.”  Proyek ini melibatkan 18 negara di Asia Pasifik, dan bermitra dengan Universitas Tohoku, Informasi Internasional Tsunami (ITIC) dan Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA).

Indonesia dan Jepang berlokasi di Cincin Api, sebuah gugusan daerah yang sangat rentan gempa bumi dan tsunami; kedua negara telah mengalami bencana besar. Pada Thun 2004, Indonesia mengalami tsunami pada hari Boxing Day, yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang. Pada Maret 2011, gempa bumi di sebelah timur Jepang diikuti oleh tsunami, menewaskan 20 ribu orang.

Indonesia merupakan negara pertama dimana latihan tsunami ini diadakan di proyek 18 bulan ini. Sebelum tsunami tahun 2004, Indonesia tidak memiliki badan manajemen yang khusus menangani bencana alam; setelah itu Pemerintah mengeluarkan UU Penanganan Bencana tahun 2007 yang pada akhirnya mengerucut pada pembentukan suatu badan nasional untuk menangani manajemen siklus bencana secara keseluruhan. Kini, Indonesia ada di garda depan dalam kesiapan bencana,  dengan dukungan banyak mitra termasuk Jepang dan UNDP.

“Pendidikan bisa menyelamatkan banyak nyawa, misalnya anak-anak sekolah akan bisa mengenali tanda-tanda awal tsunami sehingga mereka sempat menyelamatkan diri ke tempat aman tanpa menjadi panik. Latihan tsunami seperti di Bali ini menjadi investasi tak ternilai yang bisa meningkatkan kemungkinan selamat bagi komunitas pulau ini,” kata Hirohisa Chiba, Konsul Jenderal Kedutaan Besar Jepang di Denpasar.

Jepang adalah negara yang mengusulkan Hari Tsunami Sedunia dipimpin oleh PBB pada 5 November. Jepang dianggap sebagai pemimpin dunia dalam hal kesiapan bencana dan pemulihan. Dukungan dana sebesar USD 1.5 juta dari Pemerintah Jepang kepada UNDP akan membantu negara-negara mendapatkan akses yang lebih baik pada data risiko bencana dan menyiapkan kebijakan serta program-program.

 “Seiring berjalannya waktu, sangatlah penting untuk tidak melupakan pelajaran yang kita dapatkan dari tsunami yang telah memakan banyak korban di Indonesia dan Jepang. Salah satu nya adalah, setiap orang termasuk anak-anak, wajib disiapkan dan tahu persis apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi dan tsunami,” Ujar Direktur UNDP Indonesia, Christophe Bahuet “UNDP Indonesia sangat senang bisa bermitra dengan Pemerintah Jepang dan melakukan pelatihan di sekolah. Bersama-sama kami membuat kontribusi yang sangat nyata terhadap kesiapan bencana dan perlindungan pada populasi yang terpapar.”

Sekitar 520 anak-anak sekolah dasar dari SD Negeri 2 Tanjung Benoa, berbaris di luar kelas dengan buku dan tas sekolah di atas kepala untuk menuju titik kumpul sebelum kemudian menuju lokasi evakuasi yang sudah ditentukan, di Hotel ION Tanjung Benoa. Dibawah terik sinar matahari, beberapa siswa mendemonstrasikan pertolongan pertama kepada mereka. Skenario gempa bumi berkekuatan 8.0 Skala Richter.

“Siswa-siswi kami telah lama belajar mengenai kesiap-siagaan menghadapi bencana, maka dari itu penting bagi kami untuk mepraktekan apa yang telah kami pelajari. Kami sangat bersyukur atas kesempatan melakukan simulasi tsunami ini,” ujar Luh Sri Sudarmini, the Headmaster of Tanjung Benoa 2 school.

Tim Pengurangan Risiko Becana dari UNDP Bangkok proyek ini dengan dukungan dari UNDP Indonesia, UNDP dari biro Pasifik dan Tim Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana dari Biro Dukungan Kebijakan dan Program.

18 negara Asia Pasifik yang termasuk dalam proyek ini adalah Bangladesh, Kamboja, Fiji, Indonesia, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Pakistan, Papua Niugini, Filipina, Samoa, Kepulauan Solomon, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, Tonga, Vanuatu dan Viet Nam.

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi:

UNDP Indonesia
Tomi Soetjipto (suryo.tomi@undp.org)
Communication Specialist, HP 0811 888814

UNDP Regional Bureau of Asia-Pacifik
Cedric Monteiro (cedric.monteiro@undp.org)
Communication Asia Pacific Advisor


UNDP Di seluruh dunia

Anda berada di UNDP Indonesia 
Pergi ke UNDP Global