Desa di NTT Mendapatkan Akses Listrik Lewat Tenaga Air

2017 Apr 26


MANGGARAI TIMUR- Kerja sama antara United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, Bank NTT dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil membangun jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Wae Laban, Kecamatan Elar.

Melalui proyek adaptasi perubahan iklim SPARC*, UNDP memfasilitasi penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTT demi memperluas penyediaan akses listrik. Pembangunan PLTMH ini telah dimulai secara swadaya oleh masyarakat dan menjangkau sekitar 60 kepala keluarga (KK). Dengan pembangunan jaringan lewat kemitraan ini, jangkauan listrik ditingkatkan hingga 316 KK, juga gereja, musholla, sekolah, puskesmas, kantor kelurahan dan kecamatan.

Kondisi NTT yang tidak memiliki sumber potensi energi fosil juga menjadi salah satu pacuan penggunaan energi yang terbarukan. Selain memanfaatkan energi yang sudah ada, penggunaan PLTMH juga lebih murah jika dibandingkan dengan generator listrik atau lampu pelita yang membutuhkan minyak.

Pembangunan ini juga diharapkan menjadi solusi rasio eletrifikasi NTT yang baru mencapai 58%, jauh dibawah rata-rata nasional pada tahun 2015 yang sudah mencapai 81%. Pengadaan listrik diharapkan dapat memenuhi peningkatan kebutuhan yang penting untuk produktivitas ekonomi, jam belajar untuk anak-anak dan konektivitas masyarakat.

“PLTMH memberikan peluang masyarakat untuk melakukan saving dari kebutuhan rumah tangga dibanding penggunaan generator. Hasil saving tersebut dapat dimanfaatkan untuk diversifikasi mata pencaharian rumah tangga dan pemenihan kebutuhan lainnya seperti pendidikan anak” ujar programme manajer perubahan iklim UNDP Indonesia di Manggarai Timur saat acara peresmian PLTMH di Elar 26 April lalu. Ia menambahkan, “dengan membaiknya ekonomi rumah tangga dan berkembanganya pengetahuan, tentu akan menguatkan ketahanan iklim masyarakat”.

Tantangan untuk NTT tidak hanya sampai disitu. Berdasarkan peta kerentanan dan resiko iklim SPARC, provinsi NTT dalam 40 tahun ke depan sangat rentan terhadap kondisi cuaca ekstrim seperti kekeringan yang berkepanjangan. Dengan begitu, pembangunan yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

*Strategic Planning and Action to Strengthen Climate Resilience of Rural Communities

Contact information


Alice Budisatrijo
Communication Specialist
francesca.b@undp.org

Maria Karienova
Campaign Assistant
maria.karienova@undp.org

 

UNDP Di seluruh dunia

Anda berada di UNDP Indonesia 
Pergi ke UNDP Global