UNDP Asia Pasifik Menunjuk Duta Inovasi Nonmanusia Pertama di Dunia

INS-Sophia3

 

Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNDP) menunjuk Sophia- seorang robot karya Hanson Robotics, sebagai Duta Inovasi Nonmanusia yang pertama di dunia.

Sophia akan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Asia-Pasifik, khususnya di bidang inovasi. Para ahli meyakini bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence) seperti Sophia menandai fase keempat revolusi industri dan akan membawa perubahan besar pada cara teknologi membantu menyelesaikan masalah-masalah pembangunan.

Penunjukkan Sophia diumumkan pada Responsible Business Forum di Singapura, sebuah forum yang diselenggarakan oleh UNDP dan Global Initiatives. Forum ini bertujuan untuk membantu  pihak swasta mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan model bisnis mereka dan membantu mengakselerasi pencapaian tujuan-tujuan pembangunan global tersebut.

Sophia yang saat ini berusia 2,5 tahun menggunakan teknologi deteksi suara dan wajah yang dikombinasikan dengan kecerdasan buatan untuk dapat bercakap-cakap dengan manusia.

Ia pertama kali diperkenalkan oleh PBB pada Bulan Oktober lalu melalui momen percakapan dengan Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Amina J. Mohammed.

Menurut Hanson Robotics yang memproduksi Sophia, menjadi Duta Inovasi UNDP Asia Pasifik adalah sebuah kehormatan bagi Sophia. “Seperti kata penulis fiksi William Gibson: ‘Masa depan sudah ada di sini- ia hanya belum terdistribusi secara merata’,” kata Sophia. “Saya akan mengadvokasi solusi teknologi yang ramah lingkungan yang pastinya akan mewujudkan dunia yang inklusif dan berkelanjutan”

Kemitraan dengan Sophia dan Hanson Robotics bertujuan untuk mendukung UNDP Asia Pasifik dalam pendirian Pusat Inovasi di Bangkok. Pusat Inovasi ini didesain untuk mengembangkan program-program yang memiliki kekuatan dalam menjawab tantangan-tantangan pembangunan seperti kemiskinan, kesenjangan dan diskriminasi.

“Kami terinspirasi oleh Sophia. Kami sangat senang dapat mengumumkan Sophia sebagai Duta Inovasi Nonmanusia pertama,” kata Haoliang Xu, Asisten Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur UNDP Asia Pasifik. “Melalui kemitraan dengan Sophia, kita dapat menyebarkan pesan yang kuat bahwa inovasi dan teknologi dapat digunakan untuk kebaikan, meningkatkan kualitas hidup, melindungi bumi dan memastikan tidak ada satupun dari kita yang tertinggal”
 
Haoliang Xu juga menambahkan, Sophia adalah duta yang tepat saat ini untuk meningkatkan kesadaran global tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan inovasi.

“Kami sangat bangga pada penunjukkan Sophia sebagai Duta Inovasi Nonmanusia pertama,” kata Dr. David Hanson, pendiri dan CEO Hanson Robotics. “Sophia merupakan personifikasi dari teknologi masa depan dan perusahaan kami memiliki visi untuk membuat inovasi robot yang cerdas dan penuh kebajikan untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan dan tantangan di masa kini. Kami bersyukur UNDP menyediakan Sophia sebuah wahana yang kuat dan berskala global untuk mengadvokasi penggunaan kecerdasan buatan bagi kebaikan untuk banyak orang”

Sebagai salah satu robot paling mutakhir dari Hanson Robotics, Sophia dibuat dengan terobosan robotika dan teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Hanson Robotics.

“Sophia mendobrak pemikiran konvensional tentang wujud robot seharusnya,” kata Hanson. Salah satu dari beberapa kegunaan Sophia adalah menjadi teman bagi kaum lansia di panti jompo serta bagi orang-orang dan anak-anak yang sakit parah. Hanson berharap, robot ini dapat berinteraksi secara penuh dengan manusia, sehingga dapat memperoleh keterampilan sosial yang cukup.

UNDP Di seluruh dunia

Anda berada di UNDP Indonesia 
Pergi ke UNDP Global