Traktat Marrakesh di Indonesia

2017 Okt 12


Dalam rangka Hari Pengelihatan Sedunia, Oktober 12, UNDP Indonesia menyoroti ratifikasi Traktat Marrakesh di Indonesia. Akses terhadap informasi dan pengetahuan merupakan unsur fundamental untuk pencapaian potensi terbesar manusia dan bagi pembangunan inklusif. Indonesia memiliki jumlah tunanetra terbesar kedua di dunia dan diperkirakan 3,5 juta orang memiliki masalah penglihatan. Namun kurang dari 1% buku yang beredar di negara berkembang dibuat dalam format yang dapat diakses oleh orang dengan hambatan membaca barang cetakan. Traktat Marrakesh memungkinkan pembuatan, distribusi dan pertukaran antar negara terhadap format materi yang dapat diakses oleh orang dengan hambatan membaca barang cetakan dan dikecualikan dari ketentuan hak kekayaan intelektual.

Indonesia merupakan salah satu dari dua negara di ASEAN yang telah menandatangani Traktat Marrakesh, menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah Indonesia untuk memajukan hak orang dengan disabilitas baik di tingkat nasional maupun global. Dengan mengijinkan adanya pertukaran antar negara, Traktat Marrakesh akan memberikan keuntungan bagi negara yang memiliki keterbatasan ketersedian format aksesibel seperti Indonesia misalnya. Dampak lebih besar akan dirasakan oleh banyak lapisan dan profesi seperti mahasiswa dengan hambatan penglihatan yang ingin mempelajari bahasa asing ataupun mempelajari penemuan teknologi terbaru.

Unduh brief selengkapnya di sini

 

UNDP Di seluruh dunia

Anda berada di UNDP Indonesia 
Pergi ke UNDP Global