Tentang UNDP di Indonesia

UNDP percaya bahwa masyarakat Indonesia harus mempunyai kepemilikan atas program dan proyek yang kami dukung. Karena itu, seluruh program UNDP secara aktif mempromosikan semangat saling menghormati, mendukung, bertanggung jawab, dan meyakini prinsip kepemilikan nasional seperti yang tercantum dalam Jakarta Commitment—sebuah deklarasi yang dinyatakan oleh pemerintah dan para mitra pembangunannya pada 2009 untuk memperkuat efektivitas bantuan di Indonesia. Dengan semangat kepemilikan nasional, seluruh bantuan UNDP di Indonesia dilaksanakan oleh entitas nasional, termasuk jajaran kementrian dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan pada level daerah bantuan dilaksanakan oleh jajaran departemen, pemegang otoritas provinsi dan kota, termasuk juga kelompok komunitas.

Meskipun setiap program yang didukung UNDP memiliki target yang bervariasi dan spesifik, ada satu kesamaan tujuan dalam setiap program yang dilakukan di Indonesia dan seluruh dunia, yaitu pembangunan kapasitas.  Ini bisa berwujud macam-macam, termasuk reformasi institusi, pembangunan kepemimpinan, pendidikan, juga latihan bagi anggota masyarakat seperti wartawan serta komunitas perempuan. Sehubungan dengan hal ini, para penasihat UNDP bekerja berdampingan dengan mitra-mitra di Indonesia untuk memperkuat kapasitas dalam hal teknis, formulasi kebijakan serta perencanaan anggaran, dan lain-lain.

Apa yang ingin kami capai?

 Creating impact through resultCreating impact through result

Seperti tercantum dalam tagline global kami, “Empowered Lives. Resilient Nations.” UNDP merasa bangga karena mempromosikan perubahan di negara-negara berkembang dengan bekerja di level akar rumput bersama berbagai komunitas; sementara dalam waktu yang sama kami membangun kapasitas institusi dan memberikan masukan kebijakan kepada mitra pemerintahan kami. Dengan menyelaraskan kebijakan dengan kegiatan nyata, kami percaya bahwa kami bisa menciptakan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.

Apa yang kami hasilkan?

UNDP ada untuk melayani Indonesia dan masyarakatnya. Kami berkomitmen untuk mendukung prioritas-prioritas nasional Indonesia dan implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019 yang dibuat pemerintah, serta visi, strategi dan rencana pembangunan lokal dan nasional lainnya.

UNDP bekerja untuk membantu perjuangan Indonesia melawan kemiskinan, mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mengurangi kesenjangan di antara kelompok dan wilayah, serta membantu meraih 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di seluruh negara pada 2030.

Contoh keberhasilan kami termasuk:

·      UNDP memfasilitasi kemitraan strategi antara pemerintah lokal dengan 37 CSO untuk menyediakan layanan mendasar, terutama untuk wilayah terpencil di Papua dan Papua Barat. Kemitraan ini telah menjangkau 114 komunitas dan memberikan layanan termasuk: pemberdayaan ekonomi komunitas melalui produksi minyak kelapa, peternakan ikan, peningkatan pendidikan usia dini lewat sekolah di desa, dan pembangunan infrastruktur mendasar. UNDP juga memfasilitasi pendirian 18 pusat sumber daya komunitas untuk memperkuat kapasitas pelaku pembangunan di tingkat desa.

·      UNDP membantu melatih lebih dari 1000 pejabat pemerintah kota, dewan perwakilan daerah dan pemimpin NGO untuk menggunakan peta kemiskinan, kartu penilaian MDG, dan analisis anggaran yang pro-kemiskinan dalam perencanaan dan penganggaran mereka. Hasilnya, alokasi anggaran untuk kegiatan pembangunan manusia di 18 wilayah meningkat rata-rata 17 persen. UNDP juga bekerja dengan pemerintah untuk mempromosikan model perencanaan, penganggaran dan pengawasan yang pro-kemiskinan di semua provinsi dan wilayah di seluruh negara.

·      Sejak 2006, UNDP telah menyediakan dukungan penting untuk program HIV/AIDS nasional di Indonesia, membantu membangun Komisi Nasional AIDS dan menyalurkan berbagai sumber donor melalui Indonesia Partnership Fund. Atas dukungan UNDP, pada 2010 Komisi Nasional AIDS dinilai  memiliki kapasitas yang mencukupi untuk mengatur dana dari pendonor secara langsung. Perbaikan yang cukup penting dalam hal kapasitas, koordinasi, dan pendanaan mulai berdampak pada negara, contohnya perbandingan  populasi usia 15-24 yang memiliki pengetahuan tepat dan luas tentang HIV/AIDS meningkat dari 2,6% pada 2007, menjadi 19,8% pada 2010 untuk perempuan dan 1,4% menjadi 20,3% untuk laki-laki. Selanjutnya, tingkat penambahan kasus HIV per tahun menurun dari 4.969 pada 2008 menjadi 2.753 pada 2010.

·      UNDP juga mendukung penerbitan sebuah surat kebijakan dalam Women’s Participation in Politics and Government. Publikasi ini membentuk rangkaian pendampingan dan kegiatan bersifat perencanaan yang didukung oleh UNDP untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Current Staff Count for Indonesia

Contract TypeSub Total
Service Contract 161
UN Volunteers 14
UNDP Staff 32
Total 207

UNDP Di seluruh dunia

Anda berada di UNDP Indonesia 
Pergi ke UNDP Global