UNDP dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Meluncurkan Buku Fotografi “The Magnificent Seven: Indonesia’s Marine National Parks” Sekaligus Menggelar Pameran Fotografi

Buku fotografi “The Magnificent Seven: Indonesia’s Marine National Parks” diproduksi oleh United Nations Development Programme dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan alam bawah laut Indonesia, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikannya.

Kerjasama Pemerintah Indonesia dan UNDP Dalam Rangka Penghapusan Merkuri di Sektor Pertambangan Emas Rakyat

Kegiatan Pertambangan Emas Skala Kecil atau Pertambangan Emas Rakyat di Indonesia telah berlangsung sejak lama dan menjadi mata pencaharian bagi masyarakat di berbagai daerah. Namun kegiatan ini telah menimbulkan permasalahan-permasalahan lingkungan dan kesehatan akibat penggunaan merkuri dalam proses pengolahan emas.

Zakat dapat Berkontribusi Rp. 23 quadriliun yang Dibutuhkan untuk Mengakhiri Kemiskinan Global

Minggu ini umat Islam di seluruh dunia memulai ibadah puasa, dan jutaan umat akan memberikan zakat fitrah. Laporan yang diluncurkan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia dan Badan Zakat Nasional (Baznas) hari ini menyerukan agar zakat disalurkan lewat badan-badan resmi agar dana yang dikumpulkan dapat mengatasi masalah kemiskinan lewat program-program yang efektif.

Uji Coba Bus Sekolah dengan GPS Tracking System Diluncurkan di Makassar

Kurangnya kenyamanan dan keamanan transportasi umum, yang berakibat meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan lalu lintas, adalah salah satu masalah perkotaan yang paling utama. Pemerintah kota Makassar, didukung oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) Indonesia, berusaha memberi solusi dengan meluncurkan Pete-Pete Cerdas untuk Anak Sekolah (Pasikola).

Desa di NTT Mendapatkan Akses Listrik Lewat Tenaga Air

Kerja sama antara United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, Bank NTT dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil membangun jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Wae Laban, Kecamatan Elar. Melalui proyek adaptasi perubahan iklim SPARC*, UNDP memfasilitasi penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTT demi memperluas penyediaan akses listrik. Pembangunan PLTMH ini telah dimulai secara swadaya oleh masyarakat dan menjangkau sekitar 60 kepala keluarga (KK). Dengan pembangunan jaringan lewat kemitraan ini, jangkauan listrik ditingkatkan hingga 316 KK, juga gereja, musholla, sekolah, puskesmas, kantor kelurahan dan kecamatan.

[BLOG] MEMBAWA TERANG - Tenaga mikro hidro solusi kebutuhan listrik di Manggarai
[BLOG] MEMBAWA TERANG - Tenaga mikro hidro solusi kebutuhan listrik di Manggarai

Walaupun sudah 71 tahun Indonesia merdeka, 600 ribu penduduk Manggarai dan Manggarai Timur di Pulau Flores masih sering kali hidup dalam kegelapan. Listrik dan produktivitas yang datang karenanya masih menjadi kemewahan. Perjuangan untuk mendatangkan listrik dimulai oleh salah satu pemuka agama, Romo Marsel Hasan. Dengan gerakkan swadaya masyarakat sejak 2013, ia berhasil menerangi desa Bea Muring dengan pembangkit listrik tenaga mikro hidro/air (PLTMH)

Pembiayaan sosial akan membuka dukungan yang diperlukan untuk mencapai SDGs

Inovasi pembiayaann Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) memberikan harapan baru untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Program Pembangunan PBB (UNDP) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan dua laporan penelitian tentang potensi pembiayaan sosial.

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Meningkat tapi Kesenjangan Masih Tetap Ada

JAKARTA – Eksklusi perempuan, etnis minoritas, dan orang-orang yang tinggal di daerah terpencil menghambat kemajuan pembangunan manusia. Hal ini telah menyebabkan kesenjangan yang signifikan dan menyebabkan banyak ketertinggalan di dunia, termasuk di Indonesia dan kawasan Asia dan Pasifik. Selain itu, kelompok yang termarjinalisasi sering memiliki kesempatan terbatas untuk mempengaruhi lembaga dan kebijakan yang menentukan hidup mereka.

Kemitraan UNDP dan Kanada Bertujuan untuk Menumbuhkan Kewirausahaan Sosial

Pemerintah Kanada dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia sepakat untuk menguatkan peran pembiayaan sosial untuk mendanai kegiatan pembangunan di Indonesia. Bermitra dengan kewirausahaan sosial yang dipimpin perempuan, ini akan memberikan kontribusi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

UNDP Akan Mendukung Zakat untuk Pembangunan di Indonesia

JAKARTA - Mengakhiri kemiskinan dan kesenjangan adalah beberapa tantangan terbesar yang akan diatasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Mengingat prinsip-prinsip Islam mendukung pembangunan yang inklusif secara sosial, zakat berpotensi memainkan peran penting dalam mencapai SDGs.

Tuntutan Untuk Mengakhiri Ketidaksetaraan Gender Meningkat

Kesetaraan mendukung keuntungan perusahaan. Warga, pemerintah dan para pemimpin sektor swasta menyerukan kepada semua organisasi untuk membuat kebijakan yang memajukan kesetaraan gender. Batasan dan kesenjangan gender dibahas di acara Perempuan, Pertumbuhan dan Organisasi yang diselenggarakan oleh United Nations Development Programme Indonesia (UNDP) hari ini.

Bagaimana Zakat Dapat Membantu Mencapai Tujuan Pembangunan

Zakat dalam bahasa Arab berarti "yang memurnikan." Kebanyakan orang Indonesia mengaitkannya dengan amal di bulan suci Ramadhan. Secara pribadi, itu mengingatkan saya pada masa kecil saya ketika om dan tante saya mengunjungi tetangga nenek saya yang kurang mampu dengan membawa setumpuk amplop putih untuk diberikan kepada mereka. Zakat sebenarnya adalah semacam pajak agama, kewajiban seorang Muslim untuk memberikan sebagian kekayaan mereka untuk amal. Islam juga mendorong bentuk-bentuk pemberian yang tidak wajib. Seperti di keluarga saya, sebagian besar praktik amal dilakukan secara informal dan sporadis. Tapi potensi dampaknya tinggi.

Pembiayaan sosial: inovasi untuk pembangunan di Indonesia

Diperkirakan bahwa negara-negara Asia Pasifik menghadapi kekurangan pembiayaan pembangunan sekitar $44 miliar setiap tahun. Jadi agar tantangan pembangunan dapat ditangani secara efektif, diperlukan kontribusi keuangan sektor swasta. Hal ini akan memberi insentif untuk kebaikan sosial

10 Langkah untuk Urun Dana yang Sukses

Semangat gotong royong diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Ini adalah simbol kesukarelaan Indonesia, di mana anggota masyarakat berkumpul untuk menyelesaikan tugas tertentu. Tugas tersebut bisa merupakan perbaikan rumah tetangga, atau pembangunan jalan atau jembatan.

Upaya Makassar untuk Menanggulangi Kemacetan Lalu Lintas

Pilihan transportasi terbatas untuk Rina, enam belas tahun, seorang siswi di Makassar. Ia bergantung pada orangtuanya untuk mengantarnya ke sekolah setiap hari. "Biasanya dibutuhkan sekitar 30 menit untuk ke sekolah, tetapi kalau macet saya keluar dari mobil dan lari, karena saya tidak ingin terlambat ke kelas."

Menyelamatkan Hutan Indonesia melalui Penciptaan Lapangan Kerja: Ekowisata

Indonesia memiliki salah satu tingkat deforestasi tertinggi di dunia. Upaya untuk memperlambat hilangnya tutupan hutan meliputi moratorium pembukaan hutan primer dan lahan gambut, namun kapasitas penegakan hukum yang terbatas telah menghambat kemajuan. United Nations Development Programme (UNDP) telah bekerja dengan Pemerintah Indonesia di bawah skema PBB tentang Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD +), yang didanai oleh pemerintah Norwegia, untuk mengatasi deforestasi dengan meningkatkan mata pencaharian di sekitar hutan. Masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan sering tidak punya pilihan selain menebang pohon untuk menjual kayu, atau membuka hutan untuk perkebunan. Namun program mata pencaharian memberi masyarakat sumber pendapatan alternatif sehingga mereka tidak hanya berhenti membuka hutan, tetapi juga membantu melindungi hutan.

Forum Bisnis Nol-Sampah, Nol-Emisi Pertama Asia di Singapura

Dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, RBF ke 5 di Singapura menetapkan sasaran ambisius untuk menjadi acara Nol Sampah dan Nol Emisi pertama di Asia, mendasari komitmennya untuk ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya dengan isu yang dibahas dalam program tetapi juga dalam logistik penyelenggaraan acara. Ini adalah pertama kalinya upaya tersebut telah dilakukan pada konferensi bisnis berskala besar di Asia. Forum Bisnis yang Bertanggung Jawab tentang Pembangunan Berkelanjutan (RBF) di Singapura pada tanggal 22-24 November 2016, diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) dan Global Initiatives, akan menyambut lebih dari 600 pemimpin bisnis & keberlanjutan, pejabat senior pemerintah, badan-badan PBB, LSM dari seluruh dunia.

[Blog] Pengentasan Kemiskinan Bagian Dari Solusi Untuk Mencapai Kelapa Sawit Berkelanjutan

Meskipun sering dikritik, kelapa sawit telah membawa kemakmuran yang cukup besar untuk pedesaan di Indonesia. Namun, dengan meningkatnya permintaan pasar atas kelapa sawit berkelanjutan, masa depan banyak petani sawit skala kecil tidak jelas. Seringkali tidak memiliki modal yang diperlukan untuk berinvestasi dalam praktek agronomi yang lebih baik, yang membatasi kebutuhan untuk ekspansi perkebunan lebih lanjut, beberapa petani skala kecil terancam diblokir dari pasar dengan sedikit alternatif.

[Blog] Dari mutiara hingga wisatawan: Pariwisata Berkelanjutan di Taman Nasional Laut Wakatobi

Imron, seorang jurumudi perahu berusia 35 tahun dan ayah dua orang anak, adalah pengelana laut modern. Dia adalah bagian dari komunitas Bajau di Sulawesi Tenggara – sudah bukan lagi kaum nomaden tetapi masih berburu untuk makanan dan tinggal di rumah panggung di atas air.