150 walikota berkumpul untuk Forum Walikota ASEAN kedua di Makassar

Sep 9, 2015

Makassar, Indonesia, 8 September 2015- Sedikitnya 150 walikota dari kota-kota di kawasan Asia Tenggara berkumpul untuk menghadiri Forum Walikota ASEAN kedua 2015 (AMF) di kota Makassar, untuk mendiskusikan pengelolaan kota dan cara-cara meningkatkan kapasitas birokratnya.

Pemerintah kota Makassar menyelenggarakan Forum dua hari ini bersama Persatuan dari Kota-Kota dan Pemerintah Lokal Asia Pasifik (UCLG-ASPAC), yang mewadahi pertemuan walikota ini dari kota-kota utama di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Keputusan menjadikan Makassar sebagai tuan rumah mengindikasikan peningkatan peran Indonesia di Selatan-Selatan dan kerjasama pembangunan lainnya. Sejalan dengan tema AMF 2015, “Kota Cerdas dan Adaptif untuk Kawasan Ekonomi Terintegrasi Tanpa Batas”, Kota Makassar dan UNDP telah sepakat untuk mendukung proyek percontohan yang disebut “Eco-Stalls” dalam Forum.

Proyek percontohan ini bertujuan untuk mendukung usaha kecil lokal di Makassar untuk mengadopsi praktek bisnis yang lebih ramah lingkungan. Dalam jangka panjang, Pemerintah Kota Makassar, UNDP, dan UCLG-ASPAC berencana untuk mendorong perubahan toko  tradisional menjadi Eco-Stalls.

UNDP mendukung pembangunan tiga Eco-Stalls yang ditempatkan di Anjungan Pantai Losari. Ini merupakan bagian dari dukungan UNDP untuk mendukung visi kota Makassar untuk memiliki usaha kecil yang ‘lebih hijau, lebih bersih, dan lebih pintar’.

Dukungan UNDP pada Eco-Stall telah dilakukan melalui kolaborasi dengan UCLG-ASPAC dan Pemerintah Kota Makassar, di bawah payung untuk proyek Penguatan Kemitraan Inovatif untuk Kerjasama Pembangunan (SIP-DC). Proyek SIP-DC adalah kerjasama antara UNDP, BAPPENAS dan Tim Koordinasi Nasional untuk Selatan-Selatan dan Kerjasama Segitiga (NCT-SSTC) yang didanai oleh dana dari UNDP untuk Menimbulkan Prioritas dan Inovasi Level Negara (FCEPI).

Makassar adalah kota terbesar keempat di Indonesia dan merupakan pusat perdagangan utama untuk bagian timur Indonesia. Banyak barang dan jasa yang didistribusi sampai ke ujung bagian timur Indonesia dan transit di kota pelabuhan ini; membuat kota tepi laut ini menjadi kawasan yang ramai.

UNDP Around the world

You are at UNDP Indonesia 
Go to UNDP Global